Pengurangan sampah plastik di area Pentas Seni (Pensi) sekolah membutuhkan kombinasi antara regulasi ketat bagi tenant, penyediaan fasilitas pendukung, serta edukasi aktif kepada pengunjung. Langkah ini tidak hanya menjaga kebersihan venue sepanjang acara, tetapi juga menciptakan standar penyelenggaraan festival sekolah yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Kebijakan utama dimulai dari pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di area stan makanan dan minuman (F&B tenant). Panitia wajib memasukkan aturan bebas plastik ke dalam lembar kesepakatan kerja sama (MoU) vendor, yang melarang penggunaan sedotan plastik, kantong plastik belanja, serta wadah makanan berbahan stereofoam atau plastik keras. Sebagai gantinya, vendor diwajibkan menggunakan wadah makanan berbasis kertas daur ulang, pelepah pisang, atau bahan kompos (compostable), serta menyediakan kemasan alternatif berbahan kain atau kertas jika pengunjung membutuhkan kantong pembawa.
Penyediaan stasiun pengisian air minum gratis (water refill station) menjadi solusi paling efektif untuk menekan timbulan sampah botol plastik kemasan. Panitia dapat bekerja sama dengan sponsor atau menyewa dispenser air minum berkapasitas besar yang ditempatkan di beberapa titik strategis area acara. Pengunjung diimbau sejak awal promosi media sosial untuk membawa tempat minum sendiri (tumbler), sementara panitia juga dapat menjual tumbler berlogo Pensi sebagai cenderamata resmi yang bernilai guna tinggi.
Penyediaan tempat sampah terpilah yang disertai petunjuk visual yang jelas membantu pengunjung memisahkan sampah secara tepat. Panitia menempatkan stasiun sampah di lokasi yang mudah terjangkau, dengan pembagian kategori khusus untuk sampah organik, sampah daur ulang, dan sampah residu. Kehadiran tim sukarelawan kebersihan (green team) dari kalangan siswa yang berpatroli secara berkala bertugas memastikan pemilahan berjalan benar sekaligus mengedukasi pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.
Penghentian penggunaan atribut plastik sekali pakai juga diterapkan pada sistem masuk dan dekorasi panggung. Penggunaan gelang tiket berbahan plastik digantikan dengan gelang kain, stempel tinta khusus, atau tiket digital sepenuhnya. Untuk dekorasi panggung dan area foto, panitia memanfaatkan material kain, tanaman hias pot, atau instalasi seni berbahan daur ulang yang dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan sekolah lainnya, sehingga meminimalkan limbah dekorasi usai panggung dibongkar.